Selasa, 08 November 2016

Lirik Lagu Pramuka Api Unggun

Kala senja Mulailah Tiba

Damai di hati datang
Saat berapi unggun tiba
Saat bersukaria
Kita duduk berlingkar-lingkaran
Tak ada mula akhirnya
Lingkaran Persaudaraan
Kita kuat eratkan
Hoo haiii yooo
Hoo haii iyooo
Api unggunku berkobar
Hoo haiii yooo
Hoo haiii yooo
Pramuka itu riang dan tegar
Hoo haiii yooo
Hoo haiii yooo
Api unggunku berkobar
Hoo haiii yooo
Hoo haiii yooo
Pramuka itu riang dan sabar
Reff :
Api kita sudah menyala
Api kita sudah menyala
Api Api Api Api Api

Api kita sudah menyala

Lirik Lagu Pramuka Pramuka Sejati

Rajin Terampil dan gembira

Senantiasa praja muda karana
sopan dan tak kenal rasa sombong
bersahaja dan suka menolong
ya .. ya .. ya.. itulah Pramuka
pramuka sejati
Sejati kata dan Prilakunya
Rajin Terampil dan gembira
Senantiasa praja muda karana
sopan dan tak kenal rasa sombong
bersahaja dan suka menolong
ya .. ya .. ya.. itulah Pramuka
pramuka sejati
Sejati kata dan Prilakunya



LIRIK Lagu Pramuka Berkemah

Ditengah-tengah hutan
Dibawah langit biru
Tenda terpancang ditiup sang bayu
Api menjilat-jilat
Terangi riba raya
Membawa kelana dalam impian
Degarlah-dengarlah,
Sayup-sayup
Suara nan merdu memecah malam
Jauhlah dari kampung turuti kata hati
Guna bakti pada bunda pertiwi


Hymne Pramuka

Hymne Pramuka
Hymne Pramuka adalah karya Nasional ciptaan konfessor Besar Bangsa Indonesia yaitu H. Mutahar. sampai saat ini masih dijadikan sebagai lagu wajib Pramuka

Lirik

Kami Pramuka Indonesia
Manusia Pancasila
Satyaku kudharmakan, dharmaku kubaktikan
agar jaya, Indonesia, Indonesia
tanah air ku
Kami jadi pandum


Teknik Menentukan Azimuth dan Back Azimuth pada Kompas Peta

Teknik menentukan azimuth dan back azimuth merupakan sebuah teknik dasar yang harus dikuasai dalam peta kompas atau navigasi darat. Dengan kata lain saat melakukan navigasi darat (teknik menentukan posisi di peta dan medan berupa daratan) dengan menggunakan kompas dan peta diperlukan kemampuan dalam menentukan azimuth dan back azimuth. Selain azimuth dan back azimuth, teknik lainnya yang harus dikuasai adalah orientasi peta, resection, dan intersection.

Bagi seorang pramuka dan penggiat alam bebas lainnya (seperti pencinta alam), teknik-teknik dasar navigasi darat, termasuk cara menentukan azimuth dan back azimuth akan sangat penting untuk dikuasai. Ini agar kegiatan penjelajahan dan petualangan di alam terbuka dapat berlangsung dengan lancar. Karena itu tidak mengherankan jika kemampuan ini kemudian menjadi salah satu syarat dalam SKU Pramuka Penegak Bantara.

Dalam artikel kali ini, Kakak hanya akan membatasi pembahasan pada teknik menentukan azimuth dan back azimuth. Sedang teknik dasar lainnya akan dibahas dalam artikel tersendiri.

Mengenal Azimuth dan Back Azimuth


Apa sih azimuth dan back azimuth? Azimuth, dalam bahasa Indonesia kata yang benar adalah azimut (lihat Kamus Besar Bahasa Indonesia). Azimuth atau disebut juga sebagai sudut kompas adalah besar sudut yang tercipta antara satu titik dengan arah utara dari Sang Pengamat yang dihitung searah dengan jarum jam. Jika kita membidik suatu obyek atau tanda di lapangan (dengan menggunakan kompas), dan memperoleh sudut yang tercipta antara obyek dengan arah utara, maka sudut itulah yang disebut sebagai azimuth.

Sedangkan back azimuth adalah kebalikan dari azimuth yaitu sudut yang terbentuk berbalik dari azimuth atau berlawanan dengan arah jarum jam. Back azimuth disebut juga sebagai back reading atau sasaran balik.

Azimut terdiri atas tiga macam, yaitu :
  1. Azimuh sebenarnya, yaitu besar sudut yang terbentuk antara utara sebenarnya (utara yang mengarah pada kutub utara bumi) dengan titik sasaran.
  2. Azimuh magnetis, yaitu besar sudut yang terbentuk antara utara magnetik (ditunjukan oleh jarum kompas) dengan titik sasaran.
  3. Azimuh peta, yaitu besar sudut yang terbentuk antara utara peta (utara pada peta) dengan titik sasaran.

Azimuth dan back azimuth dinyatakan dalam satuan derajat. Contoh penulisannya secara lengkap adalah 211°30'20", dibaca sebagai 211 derajat, lebih 30 menit, lebih 20 detik. (60 detik = 1 menit dan 60 menit = 1 derajat). Baca : Arah Mata Angin dan Kompas.

Cara Menentukan Azimuth dan Back Azimuth


Untuk menentukan sudut azimuth cukup mudah. Caranya cukup dengan membidikkan kompas pada obyek atau tanda di lapangan yang dituju. Besaran derajat (arah) yang didapat tersebutlah yang disebut sebagai azimuth. Namun sebelumnya kita harus mengetahui dan memastikan posisi kita di peta atau yang biasa disebut sebagai teknik orientasi medan. Sehingga kita dapat memindahkan atau menggambar azimuth tersebut di atas peta.

Sedangkan untuk menentukan back azimuth atau sasaran balik, gunakan penghitungan :
  1. Bila azimut lebih dari 180°, maka back azimuth-nya adalah azimut dikurangi 180°. Contoh, azimuth yang diperoleh 275° maka back azimuth-nya adalah 265° - 180° = 85°.
  2. Bila azimuth kurang dari 180°, maka back azimut-nya adalah azimuth ditambah 180°. Contoh, azimuth yang diperoleh 82° maka back azimut-nya adalah 82° + 180° = 262°.
  3. Bila azimuth tepat 180°, maka back azimutnya adalah 0° atau 360°.
Di atas telah dijelaskan bahwa azimuth terdiri atas tiga macam, sesuai dengan macam utara. Yaitu utara sebenarnya (utara yang mengarah pada kutub utara bumi), utara magnetik (ditunjukan oleh jarum kompas), dan utara peta. Hal ini sebenarnya tidak terlalu berpengaruh jika selisih sudutnya sangat kecil, seperti di Indonesia. Akan tetapi pada beberapa tempat, selisih sudut/deklinasi sangat besar sehingga perlu dilakukan perhitungan koreksi sudut saat memasukkan hasil penghitungan azimuth ke peta.



Itulah tadi pengertian tentang azimuth dan back azimut serta teknik untuk menentukan azimuth dan back azimut. Semoga salah satu scouting skill terkait navigasi darat ini bermanfaat bagi pramuka utamanya saat melakukan petualangan di alam terbuka.



Lirik Lagu Asmara Tunas Kelapa


Indah yang kurasakan
Saat aku bertemu dengamu
Cinta yang kini ada
Tlah bersemi di dalam jiwa

Kini cerita yang ada
Ternyata tak sebatas patok tenda
S'moga kan tetap terjaga
Kisah asmara tunas kelapa

Tak mungkin kan terlupa
Saat bersama di pantai kelapa
kau genggam tanganku, bersandar di pundakku
Serasa tak ingin waktu berlalu
Tak pernah terlupakan
Kisah asmara tunas kelapa
Kuberharap slalu, kan tetap menyatu
Tunas kelapa saksi cinta kita

Kini cerita yang ada
Ternyata tak sebatas patok tenda
S'moga kan tetap terjaga
Kisah asmara tunas kelapa

Tak mungkin kan terlupa
Saat bersama di pantai kelapa
Kau genggam tanganku, bersandar di pundakku
Serasa tak ingin waktu berlalu
Tak pernah terlupakan
Kisah asmara tunas kelapa
Kuberharap slalu, kan tetap menyatu
Tunas kelapa saksi cinta kita
Tunas kelapa saksi cinta kita

Logo JOTA-JOTI Nasional Tahun 2016

Logo JOTA-JOTI Nasional Tahun 2016 (Jamboree On The Air Nasional ke-79 dan Jamboree On The Internet Nasional ke-37) dirilis bersamaan dengan terbitnya Juklak JOTA-JOTI Nasional Tahun 2016. Selain berisikan ketentuan-ketentuan umum terkait pelaksanaan JOTA-JOTI Nasional, di bagian akhir juklak yang diupload di situs resmi Gerakan Pramuka Indonesia tersebut dilampirkan juga logo JOTA dan JOTI Nasional Tahun 2016.

Dalam penyelenggaraannya di tahun 2016 ini, logo JOTA-JOTI Nasional yang digunakan mengadopsi logo JOTA-JOTI Internasional. Ini berbeda dengan penyelenggaraan di tahun-tahun sebelumnya. Pada tahun-tahun sebelumnya, logo JOTA-JOTI Nasional dibuat berbeda dengan logo JOTA-JOTI Internasional. Waktu pelaksanaannya pun berbeda

JOTA-JOTI Nasional 2016


JOTA (Jamboree On The Air) dan JOTI (Jamboree On The Internet) Nasional Tahun 2016 adalah JOTA ke-79 dan JOTI ke-37. Keduanya merupakan pertemuan pramuka (kegiatan pramuka) tahun yang dapat diikuti oleh semua anggota pramuka. Dalam JOTA para pramuka dapat saling 'bertemu di udara' melalui sarana radio amatir. Sedangkan dalam JOTI pertemuan dan komunikasi dilakukan dengan menggunakan media chatting (JOTI).


Untuk mengikuti kegiatan JOTA dan JOTI para pramuka cukup berkumpul di stasiun JOTA-JOTI yang biasanya didirikan di Kwartir Cabang atau pangkalan gugusdepantertentu. Bahkan dapat juga dilakukan secara mandiri di rumah masing-masing.

Berbeda dengan tahun sebelumnya, JOTA-JOTI Nasional Tahun 2016 dilaksanakan berbarengan dengan JOTA-JOTI Internasional 2016 (59th Jamboree On The Air dan 20th Jamboree On The Internet). Pelaksanaannya dimulai pada hari Jumat tanggal 14 Oktober 2016 dan berakhir pada Minggu 16 Oktober 2016.

So, selain dapat berkenalan, berkomunikasi, berdiskusi, dan bertukar pengalaman dengan pramuka dari seluruh Indonesia, dalam JOTA-JOTI tahun ini, peserta dapat juga berinteraksi dengan pramuka-pramuka dari berbagai negara di dunia.

Logo JOTA-JOTI Nasional 2016


Jika pada penyelenggaraan di tahun 2015 (dan sebelumnya) JOTA-JOTI Nasional memiliki logo tersendiri, maka pada tahun 2016 ini logo Jamboree On The Air Nasional ke-79 dan Jamboree On The Internet Nasional ke-37 diadopsi dari logo JOTA-JOTI Internasional 2016.

Logo JOTA_JOTI Internasional 2016 sendiri merupakan hasil kompetisi lomba desain logo JOTA-JOTI yang diselenggarakan oleh WOSM (World Scout Bureau). Kontes ini kemudian dimenangkan oleh Mark Tan Wengson, seorang pramuka dari Georgetown, Penang, Malaysia.

Berikut ini gambar logo JOTA-JOTI Internasional 2016 (59th Jamboree On The Air - 20th Jamboree On The Internet).


Sedangkan logo JOTA-JOTI Nasional 2016 (Jamboree On The Air Nasional ke-79 dan Jamboree On The Internet Nasional ke-37) adalah sebagai berikut ini.

Pada logo JOTA-JOTI Nasional Tahun 2016 ditambahkan kata "National" di belakang kalimat 'On The Air' dan 'On The Internet'. Di samping itu di bagian atas ditambahkan sepasang cikal (lambang Gerakan Pramuka). Sedangkan bagian-bagian lain dalam logo tersebut tetap. Termasuk Angka '59th' dan '20th' yang merujuk pada pelaksanaan JOTA Internasional ke 59 (59th Jamboree On The Air) dan JOTI Internasional ke-20 (20th Jamboree On The Internet).

Sehingga tidak perlu heran, jika kemudian angka pada logo JOTA-JOTI Nasional Tahun 2016 ini berbeda dengan jumlah penyelenggaraan JOTA-JOTI Nasional. Karena meskipun tahun ini merupakan pelaksanaan JOTA Nasional ke-79 dan JOTI Nasional ke-37 tetapi angka dalam logo tetap tertulis '59' dan '20' karena menyesuaikan dengan penyelenggaraan JOTA-JOTI Internasional.