Indah yang kurasakan
Saat aku bertemu dengamu
Cinta yang kini ada
Tlah bersemi di dalam jiwa
Kini cerita yang ada
Ternyata tak sebatas patok tenda
S'moga kan tetap terjaga
Kisah asmara tunas kelapa
Tak mungkin kan terlupa
Saat bersama di pantai kelapa
kau genggam tanganku, bersandar di pundakku
Serasa tak ingin waktu berlalu
Tak pernah terlupakan
Kisah asmara tunas kelapa
Kuberharap slalu, kan tetap menyatu
Tunas kelapa saksi cinta kita
Kini cerita yang ada
Ternyata tak sebatas patok tenda
S'moga kan tetap terjaga
Kisah asmara tunas kelapa
Tak mungkin kan terlupa
Saat bersama di pantai kelapa
Kau genggam tanganku, bersandar di pundakku
Serasa tak ingin waktu berlalu
Tak pernah terlupakan
Kisah asmara tunas kelapa
Kuberharap slalu, kan tetap menyatu
Tunas kelapa saksi cinta kita
Tunas kelapa saksi cinta kita
Selasa, 08 November 2016
Lirik Lagu Asmara Tunas Kelapa
Label:
Lirik Lagu,
Pramuka
Logo JOTA-JOTI Nasional Tahun 2016
Logo JOTA-JOTI Nasional Tahun 2016 (Jamboree On The
Air Nasional ke-79 dan Jamboree On The Internet Nasional
ke-37) dirilis bersamaan dengan terbitnya Juklak JOTA-JOTI Nasional
Tahun 2016. Selain berisikan ketentuan-ketentuan umum terkait
pelaksanaan JOTA-JOTI Nasional, di bagian akhir juklak yang diupload
di situs resmi Gerakan Pramuka Indonesia tersebut dilampirkan juga
logo JOTA dan JOTI Nasional Tahun 2016.
Dalam penyelenggaraannya di tahun 2016 ini, logo JOTA-JOTI Nasional yang digunakan mengadopsi logo JOTA-JOTI Internasional. Ini berbeda dengan penyelenggaraan di tahun-tahun sebelumnya. Pada tahun-tahun sebelumnya, logo JOTA-JOTI Nasional dibuat berbeda dengan logo JOTA-JOTI Internasional. Waktu pelaksanaannya pun berbeda
JOTA (Jamboree On The Air) dan JOTI (Jamboree On The Internet) Nasional Tahun 2016 adalah JOTA ke-79 dan JOTI ke-37. Keduanya merupakan pertemuan pramuka (kegiatan pramuka) tahun yang dapat diikuti oleh semua anggota pramuka. Dalam JOTA para pramuka dapat saling 'bertemu di udara' melalui sarana radio amatir. Sedangkan dalam JOTI pertemuan dan komunikasi dilakukan dengan menggunakan media chatting (JOTI).
Untuk mengikuti kegiatan JOTA dan JOTI para pramuka cukup berkumpul di stasiun JOTA-JOTI yang biasanya didirikan di Kwartir Cabang atau pangkalan gugusdepantertentu. Bahkan dapat juga dilakukan secara mandiri di rumah masing-masing.
Berbeda dengan tahun sebelumnya, JOTA-JOTI Nasional Tahun 2016 dilaksanakan berbarengan dengan JOTA-JOTI Internasional 2016 (59th Jamboree On The Air dan 20th Jamboree On The Internet). Pelaksanaannya dimulai pada hari Jumat tanggal 14 Oktober 2016 dan berakhir pada Minggu 16 Oktober 2016.
So, selain dapat berkenalan, berkomunikasi, berdiskusi, dan bertukar pengalaman dengan pramuka dari seluruh Indonesia, dalam JOTA-JOTI tahun ini, peserta dapat juga berinteraksi dengan pramuka-pramuka dari berbagai negara di dunia.
Jika pada penyelenggaraan di tahun 2015 (dan sebelumnya) JOTA-JOTI Nasional memiliki logo tersendiri, maka pada tahun 2016 ini logo Jamboree On The Air Nasional ke-79 dan Jamboree On The Internet Nasional ke-37 diadopsi dari logo JOTA-JOTI Internasional 2016.
Logo JOTA_JOTI Internasional 2016 sendiri merupakan hasil kompetisi lomba desain logo JOTA-JOTI yang diselenggarakan oleh WOSM (World Scout Bureau). Kontes ini kemudian dimenangkan oleh Mark Tan Wengson, seorang pramuka dari Georgetown, Penang, Malaysia.
Berikut ini gambar logo JOTA-JOTI Internasional 2016 (59th Jamboree On The Air - 20th Jamboree On The Internet).
Sedangkan logo JOTA-JOTI Nasional 2016 (Jamboree On The Air Nasional ke-79 dan Jamboree On The Internet Nasional ke-37) adalah sebagai berikut ini.
Dalam penyelenggaraannya di tahun 2016 ini, logo JOTA-JOTI Nasional yang digunakan mengadopsi logo JOTA-JOTI Internasional. Ini berbeda dengan penyelenggaraan di tahun-tahun sebelumnya. Pada tahun-tahun sebelumnya, logo JOTA-JOTI Nasional dibuat berbeda dengan logo JOTA-JOTI Internasional. Waktu pelaksanaannya pun berbeda
JOTA-JOTI Nasional 2016
JOTA (Jamboree On The Air) dan JOTI (Jamboree On The Internet) Nasional Tahun 2016 adalah JOTA ke-79 dan JOTI ke-37. Keduanya merupakan pertemuan pramuka (kegiatan pramuka) tahun yang dapat diikuti oleh semua anggota pramuka. Dalam JOTA para pramuka dapat saling 'bertemu di udara' melalui sarana radio amatir. Sedangkan dalam JOTI pertemuan dan komunikasi dilakukan dengan menggunakan media chatting (JOTI).
Untuk mengikuti kegiatan JOTA dan JOTI para pramuka cukup berkumpul di stasiun JOTA-JOTI yang biasanya didirikan di Kwartir Cabang atau pangkalan gugusdepantertentu. Bahkan dapat juga dilakukan secara mandiri di rumah masing-masing.
Berbeda dengan tahun sebelumnya, JOTA-JOTI Nasional Tahun 2016 dilaksanakan berbarengan dengan JOTA-JOTI Internasional 2016 (59th Jamboree On The Air dan 20th Jamboree On The Internet). Pelaksanaannya dimulai pada hari Jumat tanggal 14 Oktober 2016 dan berakhir pada Minggu 16 Oktober 2016.
So, selain dapat berkenalan, berkomunikasi, berdiskusi, dan bertukar pengalaman dengan pramuka dari seluruh Indonesia, dalam JOTA-JOTI tahun ini, peserta dapat juga berinteraksi dengan pramuka-pramuka dari berbagai negara di dunia.
Logo JOTA-JOTI Nasional 2016
Jika pada penyelenggaraan di tahun 2015 (dan sebelumnya) JOTA-JOTI Nasional memiliki logo tersendiri, maka pada tahun 2016 ini logo Jamboree On The Air Nasional ke-79 dan Jamboree On The Internet Nasional ke-37 diadopsi dari logo JOTA-JOTI Internasional 2016.
Logo JOTA_JOTI Internasional 2016 sendiri merupakan hasil kompetisi lomba desain logo JOTA-JOTI yang diselenggarakan oleh WOSM (World Scout Bureau). Kontes ini kemudian dimenangkan oleh Mark Tan Wengson, seorang pramuka dari Georgetown, Penang, Malaysia.
Berikut ini gambar logo JOTA-JOTI Internasional 2016 (59th Jamboree On The Air - 20th Jamboree On The Internet).
Sedangkan logo JOTA-JOTI Nasional 2016 (Jamboree On The Air Nasional ke-79 dan Jamboree On The Internet Nasional ke-37) adalah sebagai berikut ini.
Pada logo JOTA-JOTI Nasional Tahun 2016 ditambahkan kata
"National" di belakang kalimat 'On The Air' dan 'On The
Internet'. Di samping itu di bagian atas ditambahkan sepasang cikal
(lambang Gerakan Pramuka). Sedangkan bagian-bagian lain dalam logo
tersebut tetap. Termasuk Angka '59th' dan '20th' yang merujuk pada
pelaksanaan JOTA Internasional ke 59 (59th Jamboree On The Air) dan
JOTI Internasional ke-20 (20th Jamboree On The Internet).
Sehingga tidak perlu heran, jika kemudian angka pada logo JOTA-JOTI Nasional Tahun 2016 ini berbeda dengan jumlah penyelenggaraan JOTA-JOTI Nasional. Karena meskipun tahun ini merupakan pelaksanaan JOTA Nasional ke-79 dan JOTI Nasional ke-37 tetapi angka dalam logo tetap tertulis '59' dan '20' karena menyesuaikan dengan penyelenggaraan JOTA-JOTI Internasional.
Sehingga tidak perlu heran, jika kemudian angka pada logo JOTA-JOTI Nasional Tahun 2016 ini berbeda dengan jumlah penyelenggaraan JOTA-JOTI Nasional. Karena meskipun tahun ini merupakan pelaksanaan JOTA Nasional ke-79 dan JOTI Nasional ke-37 tetapi angka dalam logo tetap tertulis '59' dan '20' karena menyesuaikan dengan penyelenggaraan JOTA-JOTI Internasional.
KUMPULAN PUISI TAUFIQ ISMAIL
DENGAN PUISI AKU
(Taufiq ismail)
(Taufiq ismail)
Dengan puisi aku bernyanyi
Sampai senja umurku nanti
Dengan puisi aku bercinta
Berbaur cakrawala
Dengan puisi aku mengenang
Keabadian Yang Akan Datang
Dengan puisi aku menangis
Jarum waktu bila kejam mengiris
Dengan puisi aku mengutuk
Napas jaman yang busuk
Dengan puisi aku berdoa
Perkenankanlah kiranya
Sampai senja umurku nanti
Dengan puisi aku bercinta
Berbaur cakrawala
Dengan puisi aku mengenang
Keabadian Yang Akan Datang
Dengan puisi aku menangis
Jarum waktu bila kejam mengiris
Dengan puisi aku mengutuk
Napas jaman yang busuk
Dengan puisi aku berdoa
Perkenankanlah kiranya
Sebuah Jaket Berlumur Darah
(Taufiq ismail)
Sebuah jaket berlumur darah
Kami semua telah menatapmu
Telah pergi duka yang agung
Dalam kepedihan bertahun-tahun.
Sebuah sungai membatasi kita
Di bawah terik matahari Jakarta
Antara kebebasan dan penindasan
Berlapis senjata dan sangkur baja
Akan mundurkah kita sekarang
Seraya mengucapkan ’Selamat tinggal perjuangan’
Berikara setia kepada tirani
Dan mengenakan baju kebesaran sang pelayan?.
Spanduk kumal itu, ya spanduk itu
Kami semua telah menatapmu
Dan di atas bangunan-bangunan
Menunduk bendera setengah tiang.
Pesan itu telah sampai kemana-mana
Melalui kendaraan yang melintas
Abang-abang beca, kuli-kuli pelabuhan
Teriakan-teriakan di atas bis kota, pawai-pawai perkasa
Prosesi jenazah ke pemakaman
Mereka berkata
Semuanya berkata
Lanjutkan Perjuangan.
Syair Orang Lapar
(Taufiq ismail)
Lapar menyerang desaku
Kentang dipanggang kemarau
Surat orang kampungku
Kuguratkan kertas
Risau
Lapar lautan pidato
Ranah dipanggang kemarau
Ketika berduyun mengemis
Kesinikan hatimu
Kuiris
Lapar di Gunungkidul
Mayat dipanggang kemarau
Berjajar masuk kubur
Kauulang jua
Kalau.
Karangan Bunga
(Taufiq ismail)
Tiga anak kecil
Dalam langkah malu-malu
Datang ke salemba
Sore itu.
Ini dari kami bertiga
Pita hitam pada karangan bunga
Sebab kami ikut berduka
Bagi kakak yang ditembak mati
Siang tadi.
Salemba
(Taufiq ismail)
Alma Mater, janganlah bersedih
Bila arakan ini bergerak pelahan
Menuju pemakaman
Siang ini.
Anakmu yang berani
Telah tersungkur ke bumi
Ketika melawan tirani.
Memang Selalu Demikian, Hadi
(Taufiq ismail)
Setiap perjuangan selalu melahirkan
Sejumlah pengkhianat dan para penjilat
Jangan kau gusar, Hadi.
Setiap perjuangan selalu menghadapkan kita
Pada kaum yang bimbang menghadapi gelombang
Jangan kau kecewa, Hadi.
Setiap perjuangan yang akan menang
Selalu mendatangkan pahlawan jadi-jadian
Dan para jagoan kesiangan.
Memang demikianlah halnya, Hadi.
Nasehat-Nasehat Kecil Orang Tua
Pada Anaknya Berangkat Dewasa
(Taufiq ismail)
Jika adalah yang harus kaulakukan
Ialah menyampaikan kebenaran
Jika adalah yang tidak bisa dijual-belikan
Ialah ang bernama keyakinan
Jika adalah yang harus kau tumbangkan
Ialah segala pohon-pohon kezaliman
Jika adalah orang yang harus kauagungkan
Ialah hanya Rasul Tuhan
Jika adalah kesempatan memilih mati
Ialah syahid di jalan Ilahi.
PUISI MALU (AKU) JADI ORANG
INDONESIA
(Taufiq ismail)
Ketika di Pekalongan, SMA kelas
tiga
Ke Wisconsin aku dapat beasiswa
Sembilan belas lima enam itulah
tahunnya
Aku gembira jadi anak revolusi
Indonesia
Negeriku baru enam tahun terhormat
diakui dunia
Terasa hebat merebut merdeka dari
Belanda
Sahabatku sekelas, Thomas Stone
namanya,
Whitefish Bay kampung asalnya
Kagum dia pada revolusi Indonesia
Dia mengarang tentang pertempuran
Surabaya
Jelas Bung Tomo sebagai tokoh utama
Dan kecil-kecilan aku
nara-sumbernyaDadaku busung jadi anak Indonesia
Tom Stone akhirnya masuk West Point
Academy
Dan mendapat Ph.D. dari Rice
University
Dia sudah pensiun perwira tinggi
dari U.S. Army
Dulu dadaku tegap bila aku berdiri
Mengapa sering benar aku merunduk
kini
Langit akhlak rubuh, di atas
negeriku berserak-serak
Hukum tak tegak, doyong
berderak-derak
Berjalan aku di Roxas Boulevard,
Geylang Road, ebuh Tun Razak,
Berjalan aku di Sixth Avenue,
Maydan Tahrir dan Ginza
Berjalan aku di Dam, Champs Élysées
dan Mesopotamia
Di sela khalayak aku berlindung di
belakang hitam kacamata
Dan kubenamkan topi baret di kepala
Malu aku jadi orang Indonesia
Di negeriku, selingkuh birokrasi
peringkatnya di dunia nomor satu,
Di negeriku, sekongkol bisnis dan
birokrasi
berterang-terang curang susah
dicari tandingan,
Di negeriku anak lelaki anak
perempuan, kemenakan, sepupu
dan cucu dimanja kuasa ayah, paman
dan kakek
secara hancur-hancuran seujung kuku
tak perlu malu,
Di negeriku komisi pembelian
alat-alat berat, alat-alat ringan,
senjata, pesawat tempur, kapal
selam, kedele, terigu dan
peuyeum dipotong birokrasi
lebih separuh masuk kantung jas
safari,
Di kedutaan besar anak presiden,
anak menteri, anak jenderal,
anak sekjen dan anak dirjen
dilayani seperti presiden,
menteri, jenderal, sekjen dan
dirjen sejati,
agar orangtua mereka bersenang
hati,
Di negeriku penghitungan suara
pemilihan umum
sangat-sangat-sangat-sangat-sangat
jelas
penipuan besar-besaran tanpa
seujung rambut pun bersalah perasaan,
Di negeriku khotbah, surat kabar,
majalah, buku dan
sandiwara yang opininya bersilang
tak habis
dan tak utus dilarang-larang,
Di negeriku dibakar pasar pedagang
jelata
supaya berdiri pusat belanja modal
raksasa,
Di negeriku Udin dan Marsinah jadi
syahid dan syahidah,
ciumlah harum aroma mereka punya
jenazah,
sekarang saja sementara mereka
kalah,
kelak perencana dan pembunuh itu di
dasar neraka
oleh satpam akhirat akan diinjak
dan dilunyah lumat-lumat,
Di negeriku keputusan pengadilan
secara agak rahasia
dan tidak rahasia dapat ditawar
dalam bentuk jual-beli,
kabarnya dengan sepotong SK
suatu hari akan masuk Bursa Efek
Jakarta secara resmi,
Di negeriku rasa aman tak ada
karena dua puluh pungutan,
lima belas ini-itu tekanan dan
sepuluh macam ancaman,
Di negeriku telepon banyak disadap,
mata-mata kelebihan kerja,
fotokopi gosip dan fitnah bertebar
disebar-sebar,
Di negeriku sepakbola sudah naik
tingkat
jadi pertunjukan teror penonton
antarkotacuma karena sebagian sangat kecil bangsa kita
tak pernah bersedia menerima skor
pertandingan
yang disetujui bersama,Di negeriku
rupanya sudah diputuskan
kita tak terlibat Piala Dunia demi
keamanan antarbangsa,
lagi pula Piala Dunia itu cuma
urusan negara-negara kecil
karena Cina, India, Rusia dan kita
tak turut serta,
sehingga cukuplah Indonesia jadi
penonton lewat satelit saja,
Di negeriku ada pembunuhan,
penculikan
dan penyiksaan rakyat
terang-terangan di Aceh,
Tanjung Priuk, Lampung, Haur
Koneng,
Nipah, Santa Cruz dan Irian,
ada pula pembantahan
terang-terangan
yang merupakan dusta
terang-terangan
di bawah cahaya surya
terang-terangan,
dan matahari tidak pernah dipanggil
ke pengadilan sebagai
saksi terang-terangan,
Di negeriku budi pekerti mulia di
dalam kitab masih ada,
tapi dalam kehidupan sehari-hari
bagai jarum hilang
menyelam di tumpukan jerami selepas
menuai padi.
Langit akhlak rubuh, di atas
negeriku berserak-serak
Hukum tak tegak, doyong
berderak-derak
Berjalan aku di Roxas Boulevard,
Geylang Road, Lebuh Tun Razak,
Berjalan aku di Sixth Avenue,
Maydan Tahrir dan Ginza
Berjalan aku di Dam, Champs Élysées
dan Mesopotamia
Di sela khalayak aku berlindung di
belakang hitam kacamata
Dan kubenamkan topi baret di kepala
Malu aku jadi orang Indonesia.1998
Kita Adalah Pemilik Sah Republik
Ini Karya Taufik Ismail
(Taufiq
ismail)
Tidak ada pilihan lain
Kita harus
Berjalan terus
Karena berhenti atau mundur
Berarti hancur
Apakah akan kita jual keyakinan kita
Dalam pengabdian tanpa harga
Akan maukah kita duduk satu meja
Dengan para pembunuh tahun yang lalu
Dalam setiap kalimat yang berakhiran
“Duli Tuanku ?”
Kita harus
Berjalan terus
Karena berhenti atau mundur
Berarti hancur
Apakah akan kita jual keyakinan kita
Dalam pengabdian tanpa harga
Akan maukah kita duduk satu meja
Dengan para pembunuh tahun yang lalu
Dalam setiap kalimat yang berakhiran
“Duli Tuanku ?”
Tidak ada lagi pilihan lain
Kita harus
Berjalan terus
Kita adalah manusia bermata sayu, yang di tepi jalan
Mengacungkan tangan untuk oplet dan bus yang penuh
Kita adalah berpuluh juta yang bertahun hidup sengsara
Dipukul banjir, gunung api, kutuk dan hama
Dan bertanya-tanya inikah yang namanya merdeka
Kita yang tidak punya kepentingan dengan seribu slogan
Dan seribu pengeras suara yang hampa suara
Tidak ada lagi pilihan lain
Kita harus
Berjalan terus.
Kita harus
Berjalan terus
Kita adalah manusia bermata sayu, yang di tepi jalan
Mengacungkan tangan untuk oplet dan bus yang penuh
Kita adalah berpuluh juta yang bertahun hidup sengsara
Dipukul banjir, gunung api, kutuk dan hama
Dan bertanya-tanya inikah yang namanya merdeka
Kita yang tidak punya kepentingan dengan seribu slogan
Dan seribu pengeras suara yang hampa suara
Tidak ada lagi pilihan lain
Kita harus
Berjalan terus.
1966
Membaca Tanda-Tanda Kary Taufiq
Ismail
(Taufiq
ismail)
Ada sesuatu yang rasanya mulai lepas
dari tangan
dan meluncur lewat sela-sela jari kita
dari tangan
dan meluncur lewat sela-sela jari kita
Ada sesuatu yang mulanya
tak begitu jelas
tapi kini kita mulai merindukannya
tak begitu jelas
tapi kini kita mulai merindukannya
Kita saksikan udara
abu-abu warnanya
Kita saksikan air danau
yang semakin surut jadinya
Burung-burung kecil
tak lagi berkicau pagi hari
abu-abu warnanya
Kita saksikan air danau
yang semakin surut jadinya
Burung-burung kecil
tak lagi berkicau pagi hari
Hutan kehilangan ranting
Ranting kehilangan daun
Daun kehilangan dahan
Dahan kehilangan
hutan
Ranting kehilangan daun
Daun kehilangan dahan
Dahan kehilangan
hutan
Kita saksikan zat asam
didesak asam arang
dan karbon dioksid itu
menggilas paru-paru
didesak asam arang
dan karbon dioksid itu
menggilas paru-paru
Kita saksikan
Gunung memompa abu
Abu membawa batu
Batu membawa lindu
Lindu membawa longsor
Longsor membawa air
Air membawa banjir
Banjir membawa air
Gunung memompa abu
Abu membawa batu
Batu membawa lindu
Lindu membawa longsor
Longsor membawa air
Air membawa banjir
Banjir membawa air
air
mata
mata
Kita telah saksikan seribu tanda-tanda
Bisakah kita membaca tanda-tanda?
Bisakah kita membaca tanda-tanda?
Allah
Kami telah membaca gempa
Kami telah disapu banjir
Kami telah dihalau api dan hama
Kami telah dihujani abu dan batu
Kami telah membaca gempa
Kami telah disapu banjir
Kami telah dihalau api dan hama
Kami telah dihujani abu dan batu
Allah
Ampuni dosa-dosa kami
Ampuni dosa-dosa kami
Beri kami kearifan membaca
Seribu tanda-tanda
Seribu tanda-tanda
Karena ada sesuatu yang rasanya
mulai lepas dari tangan
dan meluncur lewat sela-sela jari
mulai lepas dari tangan
dan meluncur lewat sela-sela jari
Karena ada sesuatu yang mulanya
tak begitu jelas
tapi kini kami
mulai
merindukannya.
tak begitu jelas
tapi kini kami
mulai
merindukannya.
1982
Puisi Kembalikan Indonesia Padaku
(Taufiq
ismail)
Hari depan Indonesia adalah dua ratus juta mulut yang menganga,
Hari depan Indonesia adalah bola-bola lampu 15 wat,
sebagian berwarna putih dan sebagian hitam,
yang menyala bergantian,
Hari depan Indonesia adalah pertandingan pingpong siang malam
dengan bolayang bentuknya seperti telur angsa,
Hari depan Indonesia adalah pulau Jawa yang tenggelam
karena seratus juta penduduknya,
Hari depan Indonesia adalah bola-bola lampu 15 wat,
sebagian berwarna putih dan sebagian hitam,
yang menyala bergantian,
Hari depan Indonesia adalah pertandingan pingpong siang malam
dengan bolayang bentuknya seperti telur angsa,
Hari depan Indonesia adalah pulau Jawa yang tenggelam
karena seratus juta penduduknya,
Kembalikan
Indonesia
padaku
Indonesia
padaku
Hari depan Indonesia adalah satu juta orang main pingpong siang malam
dengan bola telur angsa di bawah sinar lampu 15 wat,
Hari depan Indonesia adalah pulau Jawa yang pelan-pelan tenggelam
lantaran berat bebannya kemudian angsa-angsa berenang-renang di atasnya,
Hari depan Indonesia adalah dua ratus juta mulut yang menganga,
dan di dalam mulut itu ada bola-bola lampu 15 wat,
sebagian putih dan sebagian hitam, yang menyala bergantian,
Hari depan Indonesia adalah angsa-angsa putih yang berenang-renang
sambil main pingpong di atas pulau Jawa yang tenggelam
dan membawa seratus juta bola lampu 15 wat ke dasar lautan,
dengan bola telur angsa di bawah sinar lampu 15 wat,
Hari depan Indonesia adalah pulau Jawa yang pelan-pelan tenggelam
lantaran berat bebannya kemudian angsa-angsa berenang-renang di atasnya,
Hari depan Indonesia adalah dua ratus juta mulut yang menganga,
dan di dalam mulut itu ada bola-bola lampu 15 wat,
sebagian putih dan sebagian hitam, yang menyala bergantian,
Hari depan Indonesia adalah angsa-angsa putih yang berenang-renang
sambil main pingpong di atas pulau Jawa yang tenggelam
dan membawa seratus juta bola lampu 15 wat ke dasar lautan,
Kembalikan
Indonesia
padaku
Indonesia
padaku
Hari depan Indonesia adalah pertandingan pingpong siang malam
dengan bola yang bentuknya seperti telur angsa,
Hari depan Indonesia adalah pulau Jawa yang tenggelam
karena seratus juta penduduknya,
Hari depan Indonesia adalah bola-bola lampu 15 wat,
sebagian berwarna putih dan sebagian hitam, yang menyala bergantian,
dengan bola yang bentuknya seperti telur angsa,
Hari depan Indonesia adalah pulau Jawa yang tenggelam
karena seratus juta penduduknya,
Hari depan Indonesia adalah bola-bola lampu 15 wat,
sebagian berwarna putih dan sebagian hitam, yang menyala bergantian,
Kembalikan
Indonesia
padaku
Indonesia
padaku
48 FAKTA UNIK DI DUNIA
- Nama terbanyak yang di pakaai di dunia adalah Muhammad atau
Ahmad
- Anda tak bisa menjilat siku anda sendiri
- Tanpa makanan anda bisa bertahan hidup 7 hari.tanpa air
anda bisa bertahan hidup 5 hari. Tapi tanpa udara anda hanya bisa
bertahan tidak lebih dari 30 menit.
- Di greenlan tidak ada semut karena udara sangat dingin
- Orang eskimo memasukkan makanan bukan agar makanan tetap
dingin tapi agar makanan tidak membeku.
- Kucing mempunyai jari 5 pada kaki depannya.Dan kaki
belakangnya hanya mempunyai 4 jari.Coba anda cek hitung jari
kucing peliharaan anda.
- Semua Beruang kutub bertangan kidal
- Koala tidur 22 jam sehari.
- jerapah tidak tidur lebih dari 20 menit dalam hari
- Chetah binatang tercepat di dunia dengan kecepatan 70 km /
jam
- Kudanil bisa membuka mulutnya lebih dari 1 meter
- Kuda laut tidak mempunyai gigi
- Setelah pulang dari luar angkasa tinggi astronot bertambah
5 centimeter
- Bill gate adalah orang terkaya di dunia fersi forbes tahun
20015
- Hartono bersaudara pemilik group djarum dan BCA adalah
orang terkaya di indonesia 2015
- Gigi kuda akan terus tumbuh mulai dari dia lahir sampai
meninggal
- Kopi termahal di dunia adalah kopi luwak dari indonesia
- Di Bangladesh jika anda mencontek bisa di hukum penjara
- Di singapura memakan permen karet termasuk bentuk kejahatan
- Di jepang tidak ada nama jalan
- Presiden pertama Singapura adalah keturunan indonesia
- Anak kambing mengenali induknya dari suaranya
- Anda tak bisa bersendawa di luar angkasa
- Penyebab pemanasan global yang utama adalah kentut sapi
- Sapi perah bisa menghabiskan 30 galon air dalam sehari
- Penciuman anjing 1000 kali lebih tajam dari manusia
- Saat anda tidur anda tak bisa mmencium bau
- Tahun 1800an di amerika saus tomat di jual di apotek untuk
obat kolera
- laba laba bisa membawa beban 50 kali berat
tubuhnya.Sekarang anda taukan kenapa spiderman begitu kuat
- kutu bisa meloncat 350 kali panjang tubuhnya.Itu artinya
jika kutu sebesar manusia maka dia bisa melompati menara Eiffel
- Gedung tertinggi sekarang ini adalah Burj khalifa
- Fatikan adalaah negara terkecil di dunia
- Fatikan adalah negara di dalam negara
- Muamar khadafi menjadi presiden libya pada usia 27 tahun
- Gigi ikan hiu sekeras besi
- Alaska adalah negara bagian di Amerika serikat yang di beli
dari Rusia
- Jika anda bersin dengan mata terbuka maka mata anda akan
copot.Itulah kenapa secara otomatis jika anda bersin kelopak mata
menutup rapat.
- Penyebab pemanasan global terbesar adalah kentut sapi.
- Sapi perah bisa menghabiskan 30 galon air dalam sehari
- Replika menara eiffel pernah ada di tasik malaya.Indonesia
- Kecoak bisa hidup lebih dari sehari tanpa kepala
- Anda sering menggunakan pemantik Api.Di Guthrie, Oklahoma,
terdapat Museum Pemantik Nasional? Di sini dikoleksi 20.000 jenis
benda yang mewakili 85.000 tahun sejarah pemantik api dalam hidup
manusia. Ini adalah museum satu-satunya di dunia yang mengumpulkan
dan melestarikan sejarah evolusi pemantik dan geretan.
- Taukah kamu rolet diciptakan oleh filsuf dan matematikawan
besar Perancis, Blaise Pascal? Rolet adalah produk sampingan dari
eksperimennya tentang gerakan abadi.”
- Adolf Anderssen adalah pemain catur tertangguh di dunia
antara 1859-1866? Ketika meninggal dunia, obituarinya mencapai 19
halaman.”
- Masih suka makan jengkol? konsumsi jengkol berlebihan dapat
mengakibatkan gangguan pengeluaran urin karena kandungan asam
jengkol yang mengendap membentuk kristal jarum-jarum halus dan
merusak jaringan dinding ginjal dan saluran urin
- Otak udang sangatlah kecil dan terletak di bagian
kepalanya.Pantaslah anda marah jika di katain otaku dang.
- IBM PC 5150 adalah komputer yang menjadi basis utama
seluruh komputer di dunia? Tapi Tidak termasuk Macintosh, Solaris
- Dibutuhkan 4 tahun lamanya untuk WWW menjangkau 50 juta
pengguna sejak peluncurannya? Radio membutuhkan 38 tahun,
TVmembutuhkan 13 tahun, iPod membutuhkan 3 tahun, sedangkan
Facebook hanya dalam 2 tahun.
KUMPULAN PUISI TAUFIQ ISMAIL
DENGAN
PUISI AKU
(Taufiq
ismail)
Dengan
puisi aku bernyanyi
Sampai senja umurku nanti
Dengan puisi aku
bercinta
Berbaur cakrawala
Dengan puisi aku mengenang
Keabadian
Yang Akan Datang
Dengan puisi aku menangis
Jarum waktu bila
kejam mengiris
Dengan puisi aku mengutuk
Napas jaman yang
busuk
Dengan puisi aku berdoa
Perkenankanlah kiranya
Sebuah
Jaket Berlumur Darah
(Taufiq
ismail)
Sebuah
jaket berlumur darah
Kami semua telah menatapmu
Telah pergi
duka yang agung
Dalam kepedihan bertahun-tahun.
Sebuah
sungai membatasi kita
Di bawah terik matahari Jakarta
Antara
kebebasan dan penindasan
Berlapis senjata dan sangkur baja
Akan
mundurkah kita sekarang
Seraya mengucapkan ’Selamat tinggal
perjuangan’
Berikara setia kepada tirani
Dan mengenakan baju
kebesaran sang pelayan?.
Spanduk kumal itu, ya spanduk
itu
Kami semua telah menatapmu
Dan di atas
bangunan-bangunan
Menunduk bendera setengah tiang.
Pesan
itu telah sampai kemana-mana
Melalui kendaraan yang
melintas
Abang-abang beca, kuli-kuli pelabuhan
Teriakan-teriakan
di atas bis kota, pawai-pawai perkasa
Prosesi jenazah ke
pemakaman
Mereka berkata
Semuanya berkata
Lanjutkan
Perjuangan.
Syair
Orang Lapar
(Taufiq
ismail)
Lapar
menyerang desaku
Kentang dipanggang kemarau
Surat orang
kampungku
Kuguratkan kertas
Risau
Lapar lautan pidato
Ranah
dipanggang kemarau
Ketika berduyun mengemis
Kesinikan
hatimu
Kuiris
Lapar di Gunungkidul
Mayat dipanggang
kemarau
Berjajar masuk kubur
Kauulang jua
Kalau.
Karangan
Bunga
(Taufiq
ismail)
Tiga
anak kecil
Dalam langkah malu-malu
Datang ke salemba
Sore
itu.
Ini dari kami bertiga
Pita hitam pada karangan
bunga
Sebab kami ikut berduka
Bagi kakak yang ditembak
mati
Siang tadi.
Salemba
(Taufiq
ismail)
Alma
Mater, janganlah bersedih
Bila arakan ini bergerak pelahan
Menuju
pemakaman
Siang ini.
Anakmu yang berani
Telah tersungkur
ke bumi
Ketika melawan tirani.
Memang
Selalu Demikian, Hadi
(Taufiq
ismail)
Setiap
perjuangan selalu melahirkan
Sejumlah pengkhianat dan para
penjilat
Jangan kau gusar, Hadi.
Setiap perjuangan selalu
menghadapkan kita
Pada kaum yang bimbang menghadapi
gelombang
Jangan kau kecewa, Hadi.
Setiap perjuangan yang
akan menang
Selalu mendatangkan pahlawan jadi-jadian
Dan para
jagoan kesiangan.
Memang demikianlah halnya,
Hadi.
Nasehat-Nasehat
Kecil Orang Tua
Pada
Anaknya Berangkat Dewasa
(Taufiq
ismail)
Jika
adalah yang harus kaulakukan
Ialah menyampaikan kebenaran
Jika
adalah yang tidak bisa dijual-belikan
Ialah ang bernama
keyakinan
Jika adalah yang harus kau tumbangkan
Ialah segala
pohon-pohon kezaliman
Jika adalah orang yang harus
kauagungkan
Ialah hanya Rasul Tuhan
Jika adalah kesempatan
memilih mati
Ialah syahid di jalan Ilahi.
PUISI
MALU (AKU) JADI ORANG INDONESIA
(Taufiq
ismail)
Ketika
di Pekalongan, SMA kelas tiga
Ke
Wisconsin aku dapat beasiswa
Sembilan
belas lima enam itulah tahunnya
Aku
gembira jadi anak revolusi Indonesia
Negeriku
baru enam tahun terhormat diakui dunia
Terasa
hebat merebut merdeka dari Belanda
Sahabatku
sekelas, Thomas Stone namanya,
Whitefish
Bay kampung asalnya
Kagum
dia pada revolusi Indonesia
Dia
mengarang tentang pertempuran Surabaya
Jelas
Bung Tomo sebagai tokoh utama
Dan
kecil-kecilan aku nara-sumbernyaDadaku busung jadi anak Indonesia
Tom
Stone akhirnya masuk West Point Academy
Dan
mendapat Ph.D. dari Rice University
Dia
sudah pensiun perwira tinggi dari U.S. Army
Dulu
dadaku tegap bila aku berdiri
Mengapa
sering benar aku merunduk kini
Langit
akhlak rubuh, di atas negeriku berserak-serak
Hukum
tak tegak, doyong berderak-derak
Berjalan
aku di Roxas Boulevard, Geylang Road, ebuh Tun Razak,
Berjalan
aku di Sixth Avenue, Maydan Tahrir dan Ginza
Berjalan
aku di Dam, Champs Élysées dan Mesopotamia
Di
sela khalayak aku berlindung di belakang hitam kacamata
Dan
kubenamkan topi baret di kepala
Malu
aku jadi orang Indonesia
Di
negeriku, selingkuh birokrasi peringkatnya di dunia nomor satu,
Di
negeriku, sekongkol bisnis dan birokrasi
berterang-terang
curang susah dicari tandingan,
Di
negeriku anak lelaki anak perempuan, kemenakan, sepupu
dan
cucu dimanja kuasa ayah, paman dan kakek
secara
hancur-hancuran seujung kuku tak perlu malu,
Di
negeriku komisi pembelian alat-alat berat, alat-alat ringan,
senjata,
pesawat tempur, kapal selam, kedele, terigu dan
peuyeum
dipotong birokrasi
lebih
separuh masuk kantung jas safari,
Di
kedutaan besar anak presiden, anak menteri, anak jenderal,
anak
sekjen dan anak dirjen dilayani seperti presiden,
menteri,
jenderal, sekjen dan dirjen sejati,
agar
orangtua mereka bersenang hati,
Di
negeriku penghitungan suara pemilihan umum
sangat-sangat-sangat-sangat-sangat
jelas
penipuan
besar-besaran tanpa seujung rambut pun bersalah perasaan,
Di
negeriku khotbah, surat kabar, majalah, buku dan
sandiwara
yang opininya bersilang tak habis
dan
tak utus dilarang-larang,
Di
negeriku dibakar pasar pedagang jelata
supaya
berdiri pusat belanja modal raksasa,
Di
negeriku Udin dan Marsinah jadi syahid dan syahidah,
ciumlah
harum aroma mereka punya jenazah,
sekarang
saja sementara mereka kalah,
kelak
perencana dan pembunuh itu di dasar neraka
oleh
satpam akhirat akan diinjak dan dilunyah lumat-lumat,
Di
negeriku keputusan pengadilan secara agak rahasia
dan
tidak rahasia dapat ditawar dalam bentuk jual-beli,
kabarnya
dengan sepotong SK
suatu
hari akan masuk Bursa Efek Jakarta secara resmi,
Di
negeriku rasa aman tak ada karena dua puluh pungutan,
lima
belas ini-itu tekanan dan sepuluh macam ancaman,
Di
negeriku telepon banyak disadap, mata-mata kelebihan kerja,
fotokopi
gosip dan fitnah bertebar disebar-sebar,
Di
negeriku sepakbola sudah naik tingkat
jadi
pertunjukan teror penonton antarkotacuma karena sebagian sangat kecil
bangsa kita
tak
pernah bersedia menerima skor pertandingan
yang
disetujui bersama,Di negeriku rupanya sudah diputuskan
kita
tak terlibat Piala Dunia demi keamanan antarbangsa,
lagi
pula Piala Dunia itu cuma urusan negara-negara kecil
karena
Cina, India, Rusia dan kita tak turut serta,
sehingga
cukuplah Indonesia jadi penonton lewat satelit saja,
Di
negeriku ada pembunuhan, penculikan
dan
penyiksaan rakyat terang-terangan di Aceh,
Tanjung
Priuk, Lampung, Haur Koneng,
Nipah,
Santa Cruz dan Irian,
ada
pula pembantahan terang-terangan
yang
merupakan dusta terang-terangan
di
bawah cahaya surya terang-terangan,
dan
matahari tidak pernah dipanggil ke pengadilan sebagai
saksi
terang-terangan,
Di
negeriku budi pekerti mulia di dalam kitab masih ada,
tapi
dalam kehidupan sehari-hari bagai jarum hilang
menyelam
di tumpukan jerami selepas menuai padi.
Langit
akhlak rubuh, di atas negeriku berserak-serak
Hukum
tak tegak, doyong berderak-derak
Berjalan
aku di Roxas Boulevard, Geylang Road, Lebuh Tun Razak,
Berjalan
aku di Sixth Avenue, Maydan Tahrir dan Ginza
Berjalan
aku di Dam, Champs Élysées dan Mesopotamia
Di
sela khalayak aku berlindung di belakang hitam kacamata
Dan
kubenamkan topi baret di kepala
Malu
aku jadi orang Indonesia.1998
Kita
Adalah Pemilik Sah Republik Ini Karya Taufik Ismail
(Taufiq
ismail)
Tidak
ada pilihan lain
Kita harus
Berjalan terus
Karena berhenti
atau mundur
Berarti hancur
Apakah akan kita jual keyakinan
kita
Dalam pengabdian tanpa harga
Akan maukah kita duduk satu
meja
Dengan para pembunuh tahun yang lalu
Dalam setiap kalimat
yang berakhiran
“Duli Tuanku ?”
Tidak
ada lagi pilihan lain
Kita harus
Berjalan terus
Kita adalah
manusia bermata sayu, yang di tepi jalan
Mengacungkan tangan untuk
oplet dan bus yang penuh
Kita adalah berpuluh juta yang bertahun
hidup sengsara
Dipukul banjir, gunung api, kutuk dan hama
Dan
bertanya-tanya inikah yang namanya merdeka
Kita yang tidak punya
kepentingan dengan seribu slogan
Dan seribu pengeras suara yang
hampa suara
Tidak ada lagi pilihan lain
Kita harus
Berjalan
terus.
1966
Membaca
Tanda-Tanda Kary Taufiq Ismail
(Taufiq
ismail)
Ada
sesuatu yang rasanya mulai lepas
dari tangan
dan meluncur lewat
sela-sela jari kita
Ada
sesuatu yang mulanya
tak begitu jelas
tapi kini kita mulai
merindukannya
Kita
saksikan udara
abu-abu warnanya
Kita saksikan air danau
yang
semakin surut jadinya
Burung-burung kecil
tak lagi berkicau
pagi hari
Hutan
kehilangan ranting
Ranting kehilangan daun
Daun kehilangan
dahan
Dahan kehilangan
hutan
Kita
saksikan zat asam
didesak asam arang
dan karbon dioksid
itu
menggilas paru-paru
Kita
saksikan
Gunung memompa abu
Abu membawa batu
Batu membawa
lindu
Lindu membawa longsor
Longsor membawa air
Air membawa
banjir
Banjir membawa air
air
mata
Kita
telah saksikan seribu tanda-tanda
Bisakah kita membaca
tanda-tanda?
Allah
Kami
telah membaca gempa
Kami telah disapu banjir
Kami telah dihalau
api dan hama
Kami telah dihujani abu dan batu
Allah
Ampuni
dosa-dosa kami
Beri
kami kearifan membaca
Seribu tanda-tanda
Karena
ada sesuatu yang rasanya
mulai lepas dari tangan
dan meluncur
lewat sela-sela jari
Karena
ada sesuatu yang mulanya
tak begitu jelas
tapi kini
kami
mulai
merindukannya.
1982
Puisi
Kembalikan Indonesia Padaku
(Taufiq
ismail)
Hari
depan Indonesia adalah dua ratus juta mulut yang menganga,
Hari
depan Indonesia adalah bola-bola lampu 15 wat,
sebagian berwarna
putih dan sebagian hitam,
yang menyala bergantian,
Hari depan
Indonesia adalah pertandingan pingpong siang malam
dengan bolayang
bentuknya seperti telur angsa,
Hari depan Indonesia adalah pulau
Jawa yang tenggelam
karena seratus juta penduduknya,
Kembalikan
Indonesia
padaku
Hari
depan Indonesia adalah satu juta orang main pingpong siang
malam
dengan bola telur angsa di bawah sinar lampu 15 wat,
Hari
depan Indonesia adalah pulau Jawa yang pelan-pelan tenggelam
lantaran
berat bebannya kemudian angsa-angsa berenang-renang di atasnya,
Hari
depan Indonesia adalah dua ratus juta mulut yang menganga,
dan di
dalam mulut itu ada bola-bola lampu 15 wat,
sebagian putih dan
sebagian hitam, yang menyala bergantian,
Hari depan Indonesia
adalah angsa-angsa putih yang berenang-renang
sambil main pingpong
di atas pulau Jawa yang tenggelam
dan membawa seratus juta bola
lampu 15 wat ke dasar lautan,
Kembalikan
Indonesia
padaku
Hari
depan Indonesia adalah pertandingan pingpong siang malam
dengan
bola yang bentuknya seperti telur angsa,
Hari depan Indonesia
adalah pulau Jawa yang tenggelam
karena seratus juta
penduduknya,
Hari depan Indonesia adalah bola-bola lampu 15
wat,
sebagian berwarna putih dan sebagian hitam, yang menyala
bergantian,
Kembalikan
Indonesia
padaku
Langganan:
Postingan (Atom)





